Senin, 14 Mei 2012

RESEP – MIE AYAM


Resep mie ayam ini biasanya saya buat dengan mie spesial dari langganan saya di pasar, hasilnya lebih kenyal dan enak. Silahkan di coba di dapur sendiri resep mie ayam berikut ini, semoga rasanya tidak mengecewakan.

Bahan-bahan resep mie ayam:

1/2 kg mie ayam (siap dibeli di pasar)
100 ml Minyak ayam
100 ml Kecap asin
300 gr Daging ayam direbus dan dipotong kotak
3 sdm Kecap manis
2 sdm Kecap Ingris
2 batang Daun bawang dirajang
Caisin, penyedap dan bawang goreng secukupnya.

Bumbu halus resep mie ayam:

3 siung Bawang putih
5 buah Bawang merah
1 sdt Ketumbar
3 cm Kunyit
3 cm Jahe
4 butir Kemiri

Bahan Kaldu:

2 liter Air
1/2 kg Tulang ayam
1 sdt Garam
1/2 sdt Lada bubuk

Proses pembuatan resep mie ayam:

1. Kaldu: air direbus hingga mendidih, masukkan tulang ayam, rebus dengan api kecil hingga kaldu beraroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam.
2. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan ayam, tumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam,tambahkan penyedap, tumis sebentar, angkat, sisihkan.
Resep mie ayam ini bebas di modifikasi sesuai selera keluarga Anda.

sumber: http://resepmasakanindonesia.idcc.info

Minggu, 13 Mei 2012

Cara Membuat Rendang Daging Sapi

Rendang merupakan masakan khas dari Padang - Sumatra Barat. Masakan berbahan dasar daging sapi ini sangat awet dan tahan lama sehingga sering dijadikan bekal para warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Berikut ini akan dijelaskan cara membuat rendang sapi beserta beberapa tips-tipsnya


Rendang Daging 
by : Dewi Anwar

Bahan :

- 1 kg daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 25-28 bagian, cuci
bersih tiriskan
 

- 3 butir kelapa tua parut, buat santan kental (2 – 3 kali perasan dng air hangat kuku, sedikit2)
 
 
Bumbu, haluskan :

20 butir bawang merah
10 butir bawang putih
Seibu jari (6 cm) jahe
1ons cabe merah giling
1 sdt merica


Bumbu lainnya
Seibu jari lengkuas, geprak
3 batang sereh, geprak bagian putihnya
3 buah bunga pekak
5 lbr daun jeruk
3 lbr daun salam
2 lembar daun kunyit, sobek2


Bumbu pelengkap :
1 sdm kelapa serundeng giling (kelapa parut di gongseng sampe coklat, giling
halus sampe keluar minyaknya)
1 sdm hati sapi rebus, giling halus
1 sdm air asam
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya

Cara Membuat :
1. Ungkep daging dng bumbu halus, biarkan air daging keluar. Ungkep sampai air kering.
 

2.Tuang santan, masukan semua bumbu kecuali bumbu pelengkap, aduk rata.
3.Aduk santan dengan gerakan menimba dng sendok hingga santan mendidih, jaga jangan sampai santan pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.
 

4.Kecilkan api, masak sampai mengeluarkan minyak, tambahkan bumbu pelengkap.
5.Masak terus sambil sekali2 diaduk2 agar tidak lengket, sampai rendang berdedak dan berwarna coklat.


Tips :
1. kenapa dipilih daging gandik ?
karena daging gandik adalah salah satu bagian dari paha belakang sapi yang terluar dan paling dasar. Dagingnya padat dan tidak banyak mengandung lemak.
2. Tambahkan 2-3 asam kandis supaya rendang lebih awet
3. Kadang ada resep yang menggunakan kunyit sebagai tambahan pada bumbu halus. Tujuannya untuk membuang rasa amis dari daging.

SUMBER: carapedia.com

Minggu, 06 Mei 2012

Resep Daging: Szechuan Oxtail Clay

Jika Anda termasuk penggemar buntut sapi sajian yang satu ini pasti cocok untuk Anda.
Buntut sapi yang dimasak hingga lunak ini dibalut bumbu yang sedikit manis dan gurih. Tentu saja makin enak disantap dengan nasi hangat!

Bahan:
600 g buntut sapi impor yang sudah dipotong-potong
1 sdm minyak sayur
1 siung bawang putih, cincang
½ cm jahe, cincang
50 g paprika merah, cincang
½ sdt chili bean sauce
½ sdt arak masak, jika suka
1 sdt garam
½ sdt gula pasir
1 sdm kecap
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
200 ml kaldu sapi
1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat:
*.Rebus butut sampai lunak. Tiriskan.
*.Panaskan clay pot di atas api sedang.
*.Tumis bawang putih dan jahe hingga wangi.
*.Masukkan paprika, aduk hingga layu.
*.Tambahkan bumbu, aduk rata.
*.Masukkan buntut dan kaldu. Didih. Angkat.
*.Tuang ke dalam claypot, biarkan hingga mendidih.
*.Matikan api, tutup claypot.
*.Sajikan dengan nasi hangat. Untuk 4 orang.

5 Cara Memasak Rendah Kolesterol

Sedang berdiet mengurangi asupan lemak? Bukan berarti tidak bisa makan enak. Banyak bahan makanan sehat bisa diolah dengan cara cermat. Coba saja beberapa cara memasak yang bersahabat dengan kolesterol berikut ini.

Saat menjalani diet yang paling ditakuti adalah berkurangnya kenikmatan makan enak. Terutama saat berdiet untuk mengurangi asupan lemak. Hal ini biasa dilakukan oleh mereka yang memiliki kadar kolesterol darah cukup tinggi.

Agar bisa mengontrol jumlah asupan lemak, haruslah dimulai dari sejak pengolahan atau memasaknya. Yang perlu diperhatikan adalah pengurangan pemakaian lemak jenuh yang memicu naiknya kolesterol darah (LDL). 
Beberapa langkah sehat saat memasak berikut ini bisa Anda coba :

1.Pakai Lebih Sedikit Lemak
Jika di dalam resep disebutkan harus memakai 50 g mentega atau minyak sayur, gunakanlah setengah takaran saja. Untuk menambah rasa enak, setengah takaran bisa diganti dengan saus apel yang lebih sehat. Selain itu gunakan lebih banyak bumbu. Seperti bawang putih, bawang ,erah, aneka rempah kering dan segar bisa membuat makanan jadi enak dan gurih tanpa tambahan lemak jenuh. Cobalah tumisan ayam dengan kemangi atau taburi brokoli dengan almond panggang yang lebih sehat.

2.Daging Tanpa Lemak
Lemak dalam daging sapi merupakan golongan lemak jenuh yang harus dibatasi. Karena itu jika harus memakai daging sapi, pilihlah bagian tenderloin atau daging has tanpa lemak yang cepat empuk dan enak. Beberapa pilihan pengganti daging berikut ini juga tak kalah enak:
  • daging ikan atau kerang-kerangan
  • daging ayam tanpa lemak dan kulit
  • daging kambing tanpa lemak
  • daging kelinci
Batasi konsumsi daging tidak lebih dari 180 gram sehari.

3.Memasak Rendah Lemak
Banyak cara memasak sehat yang bisa dilakukan, antara lain:
  • panggang, bakar, kukus, tumis dengan sedikit minyak
  • gunakan panci berlapisan bahan anti lengket
  • gunakan seidkit minyak sayur sebagai pengganti mentega atau masak masakan dengan kaldu atau jus buah dan sayuran
  • buang lemak berlebih yang terlihat pada potongan daging sapi atau ayam
  • tiriskan daging atau ayam setelah dimasak agar lemak yang meleleh benar-benar tiris
  • buang kulit dan lemak pada daging ayam sebelum diolah
  • kentalkan saus dengan larutan tepung maizena sebagai pengganti susu atau krim

4. Perbanyak Porsi Sayuran
Beberapa kali seminggu, gantilah protein hewani dengan protein nabati seperti tofu, kacang-kacangan, lentil, atau polong-polongan. Lakukan bertahap agar selera makan bisa beradaptasi dengan rasa protein nabati. Kemudian mulailah ganti daging sapi dengan ikan. Tambahkan porsi sayuran lebih banyak setiap kali makan.

5. Hindari Makanan Kemasan
Makanan yang dimasak sendiri rasanya jauh lebih enak. Karena itu hindari mengkonsumsi makanan kemasan atau yang diawetkan atau makanan instant. Cobalah membuat masakan yang mudah dan praktis. Banyak buku masak memberi panduan untuk masakan yang praktis dan sehat. Memasak lebih singkat, rasanya lebih enak dan biayanya juga lebih sedikit.
Sumber : Detikfood.com

Sabtu, 05 Mei 2012

spagheti vegetaria

Perkiraan Waktu Pembuatan : 25 Menit Disajikan Untuk : 2 Orang
Bahan :
1 sendok makan minyak zaitun
100 gram jamur champignon, iris tipis
5 buah tomat, potong dadu
2 buah bawang putih, cincang
1/2 buah bawang bombay, potong dadu
1 buah wortel, iris tipis
1/4 sendok teh merica hitam, tumbuk kasar
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir
150 gram spageti yang sudah direbus
Cara Membuat :

1. Tumis bawang putih dengan minyak zaitun hingga harum, masukkan bawang bombay, aduk rata.
2. Masukkan semua bahan, masak kurang lebih selama 10 menit hingga matang.
3. Siramkan ke atas spageti, hidangkan hangat.


Sumber : PT. Roche Indonesia <www.obesitas.web.id>



Cara Memasak Yang Sehat


Setelah kita menyiangi, memotong-motong/merajang dan mencuci bahan makanan, maka kita tinggal memasak bahan makanan tersebut.
Di dalam memasak bahan makanan pun harus kita perhatikan caranya. Cara memasak yang baik agar nilai zat gizi tidak hilang, diantaranya:
1. Sayuran:
• Memasak sayuran jangan sampai terlalu matang, atau jangan sampai berubah warna jadi kekuning-kuningan atau hitam. Apabila sudah masak segera diangkat, dengan warna masih hijau segar, akan terasa renyah tanpa kehilangan vitamin, dan garam-garam yang terkandung dalam sayuran tersebut
• Jangan membuang air bekas rebusan sayuran, lebih baik kita pakai untuk kuah masakan yang lain. Oleh karena itu, masaklah sayuran dengan air dalam jumlah yang terbatas (secukupnya), dan apabila air telah mendidih baru sayuran dimasukkan.
• Tutuplah panci sebentar ketika merebus sayuran agar tidak terlalu banyak penguapan atau supaya zat-zat makanan tidak banyak yang hilang karena penguapan.
• Apabila pada tumisan perlu menambah air, gunakanlah air yang mendidih (panas).
2. Daging:
• Bila akan membakar atau memanggang daging biarkan lemak meleleh keluar.
• Air kaldu atau air masakan yang mengandung daging dinginkan dahulu dan angkat lapisan lemaknya yang membeku di atas.
• Agar masakan tidak bau amis (contohnya untuk opor ayam negeri) buanglah kelenjar minyak yang berada di bagian atas ekor (brutu) ayam sebelum dimasak. Atau bisa pula dengan mencuci ayam sampai bersih kemudian dilumuri dengan asam-asam, jeruk nipis, atau cuka, biarkan sebentar, lalu cuci lagi dengan air sampai bersih kemudian baru diolah.
• Daging liat supaya lunak terlebih dahulu bungkus dengan daun pepaya beberapa lama, misalnya untuk satai.
• Merebus daging liat sebaiknya cukup lama dalam api sedang, bisa pula ditambah air citroen, cuka, atau sepotong pepaya muda supaya cepat lunak. Dapat pula menggunakan panci bertekanan, lunaknya daging akan cepat.
• Daging lemak seperti daging bestik jangan terlalu lama dimasak karena akan menjadi keras, liat dan kering.
• Untuk membuat jenis makan dari bahan daging, kita harus memilih bagian daging yang sesuai. Misalnya pada bagian kaki dan kepala dapat dibuat untuk sup, gulai, atau digoreng, bagian bahu dan dada muka untuk daging rebus, lulur luar untuk rolade dan sebagainya.
3. Ikan:
• Waktu membuang bagian dalam ikan jangan sampai empedunya pecah karena akan memberi rasa pahit pada deging ikan.
• Memasak ikan tida perlu lama-lama ± 8-15 menit.
4. Bumbu-bumbu:
• Bumbu merupakan penyedap dalam membuat suatu jenis masakan karena tanpa bumbu tidaklah akan jadi suatu masakan yang enak dan lezat. Bumbu yang digunakan dalam memasak makanan ada yang dipakai dalam keadaan mentah seperti laos, sereh, jahe, salam, pala, dan lain-lain. Ada pula yang dipakai harus dalam keadaan masak dahulu misalnya: jinten, dan ketumbar harus disangrai dahulu, terasi dan kunyit harus dibakar dulu atau disembam dulu. Pemakaian bumbu dalam memasak pun ada beberapa cara yaitu: ada yang diris-iris (bawang merah, bawang putih, cabe hijau dan lain-lain), diparut (kulit jeruk, biji pala, laos), dipotong-potong (seledri, daun bawang, dan lain-lain), dimemarkan (jahe, laos, sereh), dicairkan (asam), atau adapula dalam keadaan utuh (daun salam, kemangi, jeruk purut, dan lain-lain).
Memasak makanan bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi perlu untuk dipelajari, memasak makan yang baik perlu pula memperhatikan bahan dan tempat mengolah makanan, pengetahuan tentang resep, serta keterampilan dalam memasaknya dan selera keluarga.
Sumber Pengetahuan ini diperoleh dari Buku Tata Boga

Tips Teknik Masak yang Baik

Mengukus paling idela untuk sayuran dan makanan lunak seperti ikan, baik yang utuh maupun fillet atau steak. Cara masak ini sangat cocok terutama untuk para pediet karena vitamin dan mineral yang hilang selama proses pemasakan sangat sedikit dan tak perlu menggunakan minyak atau lemak. Alat kukusan dari bambu harganya murah dan tersedia dalam berbagai ukuran.
Mengukus ikan:
  • Gunakan wadah yang tertutup rapat untuk mencegah uap mengalir keluar.
  • Bumbui ikan secara baik sebelumnya. Kalau tidak ikan akan terasa hambar.
  • Menjaga agar air di bawah kukusan terus menerus mendidih dapat membuat ikan cepat matang.
  • Pastikan ikan mempunyai cukup banyak tempat. Kalau tidak, pematangan ikan kurang merata.
Sayuran:
Anda dapat mengukus hampir semua jenis sayuran, termasuk kentang.
  • Pastikan semua sayuran dipotong dalam ukuran yang sama sehingga matangnya merata.
  • Sajikan sayuran kukus segera sesudah matang untuk mendapatkan cita rasa yang terbaik.
  • Tambahkan sedikit bumbu segar seperti basil/daun kemangi, daun ketumbar, atau dill.
Sumber: Aura

Kamis, 03 Mei 2012

9 hal yang harus dihindari saat memasak

  1.  Panci Terlalu Dingin. Jika memasak di panci/wajan yang kurang panas, bahan masakan akan lengket dan tidak mengeluarkan warna. Ini kesalahan yang sering terjadi saat memasak steak atau daging olahan lain di atas penggorengan. Jangan takut memanaskan wajan, toh Anda selalu dapat mengecilkan api kompor dan mendinginkannya kembali jika wajan tampak sudah terlalu panas. Pastikan juga, masukkan sedikit minyak ke wajan sebelum mulai memanaskannya.
  2. Ikan Terlalu Matang. Ikan yang terlalu matang pasti tak akan terasa lezat lagi. Anda harus tahu, ikan yang terlalu matang akan kehilangan rasa dan kelembapannya. Jika memasaknya dengan benar, untuk beberapa lama ikan akan tampak tak jauh berbeda seperti saat masih mentah. Anda tak perlu takut ikan tak akan matang sempurna. Suhu panas akan tetap masuk ke dalam daging ikan tanpa perlu api yang besar. Dan pada saat membeli ikan, pastikan mata ikan bercahaya, bersih, dan insang masih merah. Ikan segar tidak mengeluarkan bau (kecuali bau dari laut). Jika berbau amis, jangan dibeli!
  3. Terlalu Sering Dibolak-balik. Jika memasak steak, letakkan daging di wajan dan jangan disentuh sampai tiba saatnya untuk membaliknya. Membolak-balik daging bisa menghambat keseluruhan daging menjadi matang. Jangan tergoda untuk selalu memeriksa apakah permukaan daging lainnya sudah matang atau belum. Masaklah berdasarkan waktu, misalnya untuk steak, satu menit untuk setiap sisi lalu biarkan.
  4. Terlalu Penuh. Jika memasak, Anda mungkin cenderung tidak mengukur jumlah bahan yang akan masak. Misalnya, memasukkan ½ lusin sosis ke dalam wajan atau 2-3 irisan besar daging setak sekaligus. Tahu tidak, cara ini akan merusak makanan! Wadah yang terlalu penuh akan menyebabkan air cepat mendidih (karena tak cukup ruang bagi uap untuk keluar dari panci), dan hasilnya daging jadi tidak matang sempurna.
  5. Daging Terlalu Matang. Sebagian besar orang yang tak berpengalaman memasak pun pasti tahu, potongan besar daging akan menciut saat dimasak. Ini disebabkan karena pada saat memanaskan daging di luar temperatur tertentu, protein yang dikandungnya mulai berkontraksi dan memaksa sarinya keluar dari daging. Solusinya, pastikan saat memanggang daging, gunakan panas rendah untuk waktu yang lama.
  6. Kurang Garam. Anda mungkin sering menuang terlalu sedikit garam pada masakannya (atau malah lupa dan sama sekali belum memasukan garam) karena takut keasinan. Taburkan sedikit garam pada seluruh daging sebelum memasaknya, dan masukkan garam ke dalam air sebelum merebus sayuran. Menambahkan garam di saat-saat terakhir memasak terkadang tak cukup berguna karena ada masakan yang bisa matang dengan baik hanya bila ditambahkan garam selama proses memasak berlangsung.
  7. Pisau Tumpul. Pisau yang tumpul, selain bisa merusak bahan makanan saat Anda memotongnya, juga sangat berbahaya. Percayakah Anda, sebagian besar kecelakaan yang terjadi di dapur, terjadi disebabkan oleh pisau yang tumpul, lho!
  8. Bumbu Kering. Tak ada tempat bagi bumbu kering (siap pakai) di dalam dapur! Ingat, bumbu kering hampir tidak memberikan rasa bumbu yang diinginkan. Jika memasak menggunakan bumbu kering, berarti Anda akan mendapatkan hasil masakan tanpa rasa. Begitu menggunakan bumbu segar ke dalam masakan, Anda akan segera tahu bedanya. Ini juga berlaku untuk sayuran. Usahakan untuk selalu membeli sayuran yang paling segar.
  9. Alat Dapur Murah. Anda pasti tahu, ada berbagai panci dan wajan yang sangat ringan dan tidak berlapis. Singkirkan segera! Anda tak bisa mendapat atau mengira-ngira panas yang sesuai dengan wajan atau panic seperti ini. Wajan yang benar harus mempunyai dasar yang berat. Tak harus terbuat dari besi, tapi juga tak boleh meninggalkan banyak sisa lemak.
Sumber : Tabloidnova.com